Silviara, Silviara (2026) Determinan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMKN 2 Kota Padang Tahun 2026. Diploma thesis, Universitas Alifah Padang.
Abstrak.pdf - Published Version
Download (1MB)
BAB I Pendahuluan.pdf - Published Version
Download (374kB)
BAB VI Penutup.pdf - Published Version
Download (252kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (359kB)
Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
UNIVERSITAS ALIFAH PADANG
Skripsi, Juli 2026
Silviara
Determinan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMKN 2 Kota Padang Tahun 2026.
xiii + 78 halaman + 14 tabel + 4 gambar + 15 lampiran
ABSTRAK
Menurut World Health Organization (WHO), prevalensi anemia wanita usia reproduksi global 29,9%. Berdasarkan SKI 2023, prevalensi anemia remaja putri Indonesia 15,5%. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Padang, cakupan penanganan anemia di wilayah kerja Puskesmas Andalas sebesar 0,60%, sedangkan data Puskesmas Andalas tahun 2025 mencatat 141 kasus anemia pada siswi SMKN 2 Kota Padang. Penelitian ini bertujuan mengetahui determinan yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMKN 2 Kota Padang Tahun 2026.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional di SMKN 2 Kota Padang pada Maret–Agustus 2026. Populasi penelitian seluruh siswi kelas X sebanyak 281 orang dengan sampel 74 responden menggunakan Proportional Random Sampling. Data pengetahuan, sikap, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan kejadian anemia diukur melalui pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik.
Hasil penelitian menunjukkan responden mengalami anemia 48,6%, pengetahuan rendah 51,4%, sikap negatif 47,3%, dan tidak patuh mengonsumsi tablet Fe 52,7%. Analisis bivariat menunjukkan hubungan pengetahuan dengan kejadian anemia (p=0,001) dan kepatuhan konsumsi tablet Fe (p=0,002), sedangkan sikap tidak berhubungan (p=0,477). Analisis multivariat menunjukkan pengetahuan merupakan faktor paling dominan (OR=3,78), sehingga remaja putri dengan pengetahuan rendah berpeluang 3,78 kali mengalami anemia dibandingkan remaja putri dengan pengetahuan tinggi.
Kesimpulan penelitian ini adalah pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet Fe berhubungan dengan kejadian anemia, sedangkan sikap tidak berhubungan. Pengetahuan merupakan faktor paling dominan. Disarankan sekolah dan puskesmas meningkatkan edukasi anemia serta pelaksanaan dan pemantauan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri.
Daftar Pustaka : 29 (2018–2025)
Kata Kunci : Anemia, Pengetahuan, Sikap, Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe, Remaja Putri.
ALIFAH PADANG UNIVERSITY
Bachelor Thesis, Juli 2026
Silviara
Determinants of Anemia Among Female Students at SMKN 2 Padang in 2026.
xiii + 78 pages + 14 tables + 4 pictures + 15 attachments
ABSTRACT
According to the World Health Organization (WHO), the global prevalence of anemia among women of reproductive age is 29.9%. Based on the 2023 Indonesian Health Survey (SKI), anemia prevalence among Indonesian adolescent girls is 15.5%. In Padang City, anemia management coverage at Andalas Public Health Center was 0.60%, while SMKN 2 Padang recorded 141 anemia cases. This study aimed to determine the factors associated with anemia among adolescent girls at SMKN 2 Padang in 2026.
This quantitative study used a cross-sectional design conducted from March to August 2026. The population comprised 281 tenth-grade female students, with 74 respondents selected through proportional random sampling. The independent variables were knowledge, attitude, and adherence to iron (Fe) tablet consumption. Data were collected using questionnaires and hemoglobin (Hb) measurements. Data were analyzed using univariate, Chi-square, and logistic regression analyses.
The results showed that 48.6% of respondents had anemia, 51.4% had low knowledge, 47.3% had negative attitudes, and 52.7% were non-adherent to Fe tablet consumption. Knowledge (p=0.001) and adherence to Fe tablet consumption (p=0.002) were significantly associated with anemia, whereas attitude was not (p=0.477). Multivariate analysis identified knowledge as the dominant factor (OR=3.78). Respondents with low knowledge were 3.78 times more likely to have anemia than those with good knowledge.
In conclusion, knowledge and adherence to Fe tablet consumption were associated with anemia, while attitude was not. Knowledge was the dominant factor. Schools and public health centers should strengthen anemia education and improve the implementation and monitoring of iron supplementation programs for adolescent girls.
Bibliography : 29 (2018–2025)
Keywords : Anemia, Knowledge, Attitude, Compliance with Iron Tablet Consumption, Adolescent Girls.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education |
| Depositing User: | s1 kesehatan masyarakat |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 06:36 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 06:36 |
| URI: | http://repository.alifah.ac.id/id/eprint/3040 |
