Debora Aritonang, Meylanisa (2026) Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhadap Penurunan Gejala Halusinasi Pendengaran Pada Pasien Skizofrenia Di RSJ PROF. HB. SAANIN Padang Tahun 2026. Diploma thesis, Universitas Alifah Padang.
COVER Meylanisa Debora Aritonang.pdf - Published Version
Download (1MB)
BAB 1MEYLANISA DEBORA.pdf - Published Version
Download (291kB)
BAB AKHIR (BAB VI) MEYLANISA DEBORA ARITONANG.pdf - Published Version
Download (216kB)
DAFTAR PUSTAKA MEYLANISA DEBORA ARITONANG.pdf - Published Version
Download (280kB)
SKRIPSI MEYLANISA DEBORA ARITONANG 2214201095 FULL LENGKAP.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
UNIVERSITAS ALIFAH PADANG
Skripsi, Agustus 2026
Meylanisa Debora Aritonang
Pengaruh Terapi Musik Klasik terhadap Penurunan Gejala Halusinasi
Pendengaran pada Pasien Skizofrenia di RSJ Prof. HB. Saanin Padang Tahun
2026
xv + 77 Halaman + 7 Tabel + 2 Gambar + 17 Lampiran
ABSTRAK
Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala yang sering dialami
pasien skizofrenia dan dapat mengganggu aktivitas serta kemampuan pasien
dalam menjalankan fungsi sehari-hari. Fenomena di RSJ Prof. HB. Saanin Padang
menunjukkan bahwa halusinasi pendengaran masih menjadi masalah pada pasien
skizofrenia. Berdasarkan data Januari–Mei 2026 terdapat 1.783 kasus skizofrenia
dengan halusinasi pendengaran. Pasien telah mendapatkan psikofarmaka dan
Strategi Pelaksanaan (SP), namun terapi musik klasik belum diterapkan sebagai
terapi nonfarmakologis pendamping. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya
intervensi pendamping untuk membantu menurunkan gejala halusinasi
pendengaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik klasik
terhadap penurunan gejala halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia di RSJ
Prof. HB. Saanin Padang Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif
dengan desain quasi experiment dan pendekatan one group pretest-posttest.
Populasi penelitian adalah 30 pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran
yang dirawat di Wisma Merpati dan Wisma Nuri RSJ Prof. HB. Saanin Padang.
Sampel sebanyak 20 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling.
Instrumen penelitian menggunakan Auditory Hallucinations Rating Scale
(AHRS). Terapi musik klasik diberikan sebanyak 3 kali pertemuan dengan durasi
5 menit setiap pertemuan. Analisis data menggunakan Paired Sample t-test
dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor gejala halusinasi pendengaran
sebelum diberikan terapi musik klasik sebesar 27,55 dan setelah terapi menurun
menjadi 17,85. Terdapat penurunan rata-rata skor sebesar 9,70 poin. Hasil uji
Paired Sample t-test menunjukkan nilai t = 8,506, df = 19, dan p < 0,001,
sehingga terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian
terapi musik klasik.
Disimpulkan bahwa terapi musik klasik berpengaruh terhadap penurunan
gejala halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Terapi musik klasik dapat
digunakan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis pendamping dalam
pelayanan keperawatan jiwa.
Daftar Bacaan :34 (2020–2026)
Kata Kunci : Terapi Musik Klasik, Halusinasi Pendengaran, Skizofrenia, AHRS.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | s1 keperawatan |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 07:14 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 07:14 |
| URI: | http://repository.alifah.ac.id/id/eprint/3181 |
