Bellila Sonita, Putri (2026) PENGARUH SENAM RHYTMIC AUDITORY STIMULATION (RAS) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERJALAN LANSIA DI PSTW SABAI NAN ALUIH SICINCIN. Diploma thesis, Universitas Alifah Padang.
COVER PUTRI BELILLA SONITA.pdf - Published Version
Download (845kB)
BAB I PUTRI BELILLA SONITA.pdf - Published Version
Download (297kB)
BAB VI PUTRI BELILLA SONITA.pdf - Published Version
Download (230kB)
DAFTAR PUSTAKA PITRI BELILLA SONITA.pdf - Published Version
Download (252kB)
(SKRIPSI FULL TEXT) PUTRI BELILLA SONITA.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
UNIVERSITAS ALIFAH PADANG
Skripsi, Agustus 2026
Putri Bellila Sonita
Pengaruh Senam Rhytmic Auditory Stimulation (RAS) terhadap Peningkatan Kemampuan Berjalan Lansia Di PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin Tahun 2026
xiv + 64 Halaman, 2 Gambar, 8 Tabel, 14 Lampiran
ABSTRAK
Gangguan keseimbangan dan gaya berjalan merupakan penyebab paling umum jatuh pada lansia. Gangguan keseimbangan yang banyak terjadi adalah penurunan kemampuan berjalan. Salah satu intervensi yang dapat diberikan untuk meningkatkan kemampuan berjalan yaitu senam rhytmic auditory stimulation (RAS). Berdasarkan data dari PSTW Sabai Nan Aluih tahun 2025, jumlah lansia sebanyak 100 orang dan lansia yang mengalami penurunan kemampuan berjalan sebanyak 70 orang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh senam rhytmic auditory stimulation (RAS) terhadap peningkatan kemampuan berjalan lansia di PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin Tahun 2026.
Jenis penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Penelitian ini dilakukan di PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin pada bulan Maret sampai Agustus 2026. Pengumpulan data dilakukan pada 29 Juni sampai 10 Juli 2026. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia yang mengalami penurunan kemampuan berjalan di PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin sebanyak 60 orang dengan sampel 30 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan alat ukur timed up and go test. Intervensi berupa senam rhytmic auditory stimulation (RAS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kemampuan berjalan lansia sebelum senam rhytmic auditory stimulation (RAS) yaitu 34,07 dan nilai rata-rata kemampuan berjalan lansia sesudah senam rhytmic auditory stimulation (RAS) yaitu 22,83 dengan selisih 11,19. Ada pengaruh senam rhytmic auditory stimulation (RAS) terhadap peningkatan kemampuan berjalan lansia dengan pvalue = 0,000 (p < 0,05).
Kesimpulan penelitian ini adalah adanya pengaruh senam rhytmic auditory stimulation (RAS) terhadap peningkatan kemampuan berjalan lansia. Melalui Kepala PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berjalan lansia melalui senam rhytmic auditory stimulation (RAS). Petugas dapat memberikan senam 3 kali dalam seminggu untuk hasil yang efektif.
Daftar Pustaka : 39 (2018–2025)
Kata Kunci : Kemampuan Berjalan, Senam, Rhytmic Auditory Stimulation (RAS), Lansia.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | s1 keperawatan |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 06:16 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 06:16 |
| URI: | http://repository.alifah.ac.id/id/eprint/3220 |
